Muara Teweh, Sabtu (8/11/2025) — Pemerintah Kabupaten Barito Utara kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak banjir dengan memulai normalisasi Sungai Plahana yang mengarah ke Sungai Brioi. Kawasan KM 38, yang selama ini menjadi langganan banjir, kini mulai mendapatkan perhatian lebih serius.
Normalisasi ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bupati Barito Utara H. Shalahuddin bersama jajaran pemerintah beberapa waktu lalu. Setelah melihat langsung kondisi lapangan, Bupati segera memerintahkan agar penanganan dilakukan secara terencana dan terukur.
Sungai Plahana selama ini mengalami pendangkalan serta aliran yang tersumbat sehingga tidak mampu menampung debit air besar saat musim hujan. Hal tersebut berdampak pada cepatnya air meluap dan menggenangi rumah warga.
Melalui Dinas PUPR Bidang SDA, pemerintah kini melakukan pembukaan aliran, pengerukan, serta identifikasi titik rawan banjir. Program ini masuk ke dalam percepatan 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati sebagai bentuk komitmen nyata penanganan banjir berkelanjutan.
Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa kajian teknis merupakan kunci keberhasilan program ini. Ia meminta agar semua data mengenai pola aliran dan kondisi sungai dikumpulkan secara detail sebelum intervensi besar dilakukan.
Sementara itu, M. Iman Topik selaku Kadis PUPR mengungkapkan bahwa tim survei telah bekerja sejak awal pekan. Proses Survey Investigasi Desain (SID) tengah dirampungkan sebagai dasar perencanaan teknis jangka panjang.
Iman Topik menjelaskan bahwa SID akan menentukan langkah strategis berikutnya, termasuk tingkat pengerukan, struktur penahan sungai, hingga strategi pencegahan sedimentasi ulang. Ia menekankan bahwa normalisasi bukan proyek sesaat, tetapi proses berkelanjutan.
Warga di sekitar KM 38 menyambut positif langkah pemerintah ini karena selama ini mereka merasa selalu waswas setiap memasuki musim hujan. Dengan adanya penanganan serius, mereka berharap dapat beraktivitas tanpa khawatir banjir.
Langkah awal normalisasi Sungai Plahana menjadi titik harapan bagi masyarakat agar ke depan, banjir tidak lagi menjadi ancaman tahunan yang mengganggu kehidupan mereka.(Adi)