Muara Teweh, 5 Desember 2025 – Pemerintah Kabupaten Barito Utara memperketat pengawasan terhadap distribusi BBM di berbagai SPBU menyusul terjadinya kelangkaan dalam beberapa hari terakhir. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pendistribusian berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, ST., MT secara tegas memperingatkan pihak-pihak yang mencoba melakukan penimbunan atau mengambil keuntungan dari situasi kelangkaan. Menurutnya, tindakan semacam itu tidak dapat dibenarkan dan merugikan masyarakat luas.
“Kami minta seluruh pihak menghormati aturan distribusi yang telah ditetapkan. Tidak ada ruang untuk permainan dalam situasi seperti ini,” ujar Bupati usai menghadiri agenda pemkab di Muara Teweh, Jumat (5 Desember 2025).
Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pertamina guna memastikan pasokan tambahan segera didistribusikan ke wilayah Barito Utara. Ia menyebutkan bahwa penanganan secara terstruktur sedang dilaksanakan untuk meredam dampak kelangkaan.
Selain memastikan penambahan pasokan, Pemkab juga melibatkan aparat keamanan dan OPD terkait dalam proses monitoring lapangan. Hal ini bertujuan agar setiap titik distribusi tetap berjalan transparan tanpa hambatan.
Masyarakat diminta untuk tidak membeli BBM melebihi kebutuhan harian karena hal itu justru memperparah kondisi. Bupati menilai panic buying menjadi salah satu faktor yang mempercepat terjadinya kekosongan stok di SPBU.
Pemerintah berupaya menjaga stabilitas kebutuhan energi masyarakat, terutama yang bergantung pada bahan bakar untuk kegiatan ekonomi dan transportasi.
Bupati optimistis situasi dapat dikendalikan dalam waktu dekat, mengingat koordinasi lintas sektor telah dilakukan secara intensif.
Ia kembali mengajak seluruh warga menjaga situasi tetap kondusif dan mendukung langkah pemerintah dalam pemulihan pasokan.(Adi)