Terkait Mahalnya Gas LPG 3 Kg Anggota Komisi VII DPR RI Berencana akan Berkunjung ke Barut

By lintasne - Jumat, 4 Agustus 2023 | 06:52 WIB | 271 Views

Muara Teweh – Anggota Komisi VII DPR RI, Ir Willy M Yoseph berencana akan melakukan kunjungan ke wilayah Kabupaten Barito Utara. Kunjungan tersebut dengan adanya aduan dari anggota DPRD Barito Utara dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian terkait adanya penyelewengan harga dan penyelewengan gas LPG bersubsidi 3 Kg.

Ketua Komisi III DPRD Barito Utara H Tajeri mengatakan ia bersama anggota DPRD lainnya dan Kepala Disperindag Barito Utara selain melapor ke PT Pertamina juga langsung melapor ke anggota Komisi VII DPR RI, ke bapak Ir Willy M Yoseph.

“Jadi setelah melapor ke Pertamina, saya bersama teman-teman lain langsung lapor ke bapak Willy M Yoseph yang di Komisi VII DPR RI. Dan kami langsung menceritakan keluhan warga terkait mahalnya LPG bersubsidi di daerah kita. Alhamdulillah langsung direspon dan beliau berencana ke Muara Teweh, pada Selasa depan,” kata H Tajeri kepada media ini, Jumat (4/8/2023).

Dikatakan politisi Partai Gerindra Barito Utara ini, pengaduan yang disampaikan tersebut ditindaklanjuti dan beliau (Willy M Yoseph) rencananya ke Muara Teweh akan membawa SAM Pertamina Perwakilan Kalteng.

Segala cara kata H Tajeri sudah ditempuh guna menuntaskan permasalaham karut marut LPG 3 Kg bersubsidi di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara.

“Bukan karena kelangkaan gas LPG di tempat kita, namun karena harga yang LPG yang mahal dan dipermainkam oleh sejumlah pelaku usaha,” kata H Tajeri.

Seperti diberitakan sebelumnya, temuan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Barito Utara, dugaan karut marut mahalnya harga LPG bersubsidi di Barito Utara disebabkan antara lain :

Hasil pemantauan dan laporan masyarakat, agen dan pangkalan diduga belum sepenuhnya mengikuti HET yang ditetapkan pemerintah. Padahal agen sudah menandatangani surat pernyataan bermaterai.

Harga LPG bersubsidi 3 kilogram yang beredar di masyarakat kisaran harga kekinian Rp38.000 sampai dengan Rp45.000/tabung dalam kota Muara Teweh. Sedangkan harga diluar kota mencapai harga Rp55.000 per tabung.

Penyaluran LPG bersubsidi 3 kilogram dilakukan secara terbuka yang seharusnya tertutup.

Penyaluran LPG 3 kilogram dilakukan sampai ke kios-kios dan mengakibatkan harga jual semakin mahal.

Jumlah terbaru pangkalan di Barito Utara sebanyak 155 pangkalan. Namun terdapat beberapa pangkalan fiktif khususnya di luar Kota Muara Teweh.

Diduga ada agen yang menjual dengan harga tinggi dan menyalurkan LPG bersubsidi ke pangkalan tidak resmi.(adi)

Banner-Topa

Berita Terkait

Berita Terbaru

May 22, 2024

DPRD Barut Harapkan Dukungan Program dan Kegiatan Pemagangan dari Perusahaan

Muara Teweh – Kalangan DPRD Kabupaten Barito Utara mengajak kepada…

May 22, 2024

Kontingen Barito Utara Meraih 9 Medali Emas per 22 Mei 2024

Muara Teweh – Kontingen Kabupaten Barito Utara (Barut) pada Festival…

May 22, 2024

Pemkab Barut Ikuti Pameran Inovasi Penurunan Stunting se Kalteng Tahun 2024

Palangka Raya – Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui BappedaLitbang setempat…

May 22, 2024

Pj Bupati Barito Utara Lantik dan Ambil Sumpah Janji Kades PAW Bintang Ninggi II

Muara Teweh – Pj Bupati Barito Utara Drs Muhlis melantik…

May 21, 2024

Pemkab Barito Utara Tandatangan NPHD Pengamanan Pilkada Serentak 2024

Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) dalam…

May 21, 2024

Sekretariat DPRD Barito Utara Terima Kunjungan dari DPRD HSU

Muara Teweh – Sekretariat DPRD Kabupaten Barito Utara (Setwan Barut)…