AMSI Harapkan Perpres Publishers Rights Dorong Ekosistem Bisnis Media Lebih Baik

By lintasne - Selasa, 20 Februari 2024 | 10:57 WIB | 390 Views

Jakarta – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo yang telah mengesahkan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas atau lazim disebut sebagai Perpres Publishers Rights pada 20 Februari 2024.

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika mengatakan, pengesahan regulasi yang sudah digodok sejak empat tahun lalu ini diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di hadapan para pimpinan perusahaan media dan organisasi jurnalis pada puncak peringatan Hari Pers Nasional di Ancol, Jakarta.

“AMSI meyakini Perpres ini akan membuka jalan bagi negosiasi bisnis yang fair antara perusahaan platform digital global seperti Google, Meta, Tiktok bahkan platform Artificial Intelligence seperti Open AI dan penerbit media digital di Indonesia,” kata Wahyu.

Buat anggota AMSI, lanjut dia, dampak dari pemberlakuan aturan ini akan signifikan. Sejumlah media yang selama ini sudah memiliki perjanjian lisensi konten dengan platform digital akan memperoleh kepastian pendapatan.

Sementara media-media yang belum memiliki perjanjian dengan platform–selama sudah terverifikasi di Dewan Pers– bisa memulai menegosiasikan sebuah relasi bisnis yang saling menguntungkan. Perjanjian bisa dilakukan masing-masing media secara individu maupun kolektif.

“AMSI berkomitmen menjembatani anggota yang belum terverifikasi di Dewan Pers untuk mendapatkan kompensasi melalui perjanjian kolektif,” jelas Wahyu.

Disampaikannya, meski belum memecahkan semua persoalan model bisnis media yang terdisrupsi oleh teknologi digital, Perpres ini menawarkan sebuah solusi transisi yang dapat memberi nafas buat media yang tengah melakukan transformasi digital menjadi media siber sepenuhnya.

Selain itu, Perpres ini membuka ruang bagi model bisnis baru di luar model bisnis yang mengandalkan impresi atau pencapaian traffic (pageviews). Dominasi model bisnis media semacam itu turut berkontribusi pada munculnya banyak konten sensasional, click bait, serta konten yang terlampau mengandalkan kecepatan dengan mengorbankan akurasi dan kelengkapan fakta. Perpres ini diharapkan memperbaiki ekosistem bisnis media di Indonesia.

“Kami mendorong penerbit media digital anggota AMSI untuk berlomba mencari inovasi baru untuk melayani kepentingan publik akan jurnalisme berkualitas,” Ategas Wahyu Dhyatmika,

Ketua Umum AMSI menegaskan, Perpres ini memungkinkan model revenue stream baru selama publishers bisa membidik segmen audiens yang tepat dengan layanan informasi yang relevan, dengan mempertimbangkan kebutuhan platform untuk menjaga kenyamanan penggunanya.

Untuk itu, AMSI berharap para perusahaan platform digital bersedia menerima keberadaan regulasi ini sebagai ajakan untuk bersama sama meningkatkan kualitas ekosistem informasi digital di Indonesia.

Sekretaris Jenderal AMSI, Maryadi juga menegaskan, Perpres Publishers Rights ini melengkapi upaya AMSI selama ini untuk menyehatkan ekosistem bisnis media di Indonesia.

“AMSI sudah punya web aggregator AMSINews untuk meningkatkan posisi tawar media media lokal, merumuskan indikator keterpecayaan media, atau trustworthy news indicators, yang berisi 11 poin prinsip redaksi agar bisa dipercaya publik dan mendirikan agensi iklan, untuk membantu menyambung potensi pendapatan dari lembaga dan perusahaan di Jakarta, ke media-media di daerah,” ubgkap Maryadi.

Lebih lanjut menegaskan, bahwa Perpres ini bukan semata-mata untuk melindungi bisnis penerbit media, namun pada dasarnya untuk melayani kepentingan publik supaya ruang digital kita tidak dibanjiri informasi sampah. Para pembuat konten dan influencer juga tidak akan terpengaruh oleh regulasi ini karena obyeknya hanya perusahaan pers yang terverifikasi di Dewan Pers.

AMSI juga mengingatkan agar Perpres tentang Tanggung Jawab Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas memperhatikan keberadaan media lokal, dan media segmentasi khusus yang belum memenuhi persyaratan kerjasama dengan platform digital untuk mendapat manfaat.

Baik mendapat dukungan untuk menaikkan kapasitas, seperti pelatihan, pendampingan, berjejaring hingga model bisnis yang bisa membantu keberlangsungan media lokal dan media segmentasi khusus. Muara dari keseluruhan inisiatif tersebut adalah mewujudkan produk media berkualitas yang melayani kepentingan publik. (Adi)

Banner-Topa

Berita Terkait

Berita Terbaru

May 20, 2024

Legislator Ini Diminta OPD Lakukan Terobosan Dukung Kemajuan Daerah

MUARA TEWEH- Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara Hasrat Sag meminta…

May 20, 2024

4 Bahasa Lokal di Barito Utara akan Menjadi Muatan Lokal di Masing Masing Sekolah

Muara Teweh – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Syahmiludin…

May 20, 2024

Kabupaten Barito Utara Penghasil Guru Penggerak Terbanyak se Kalteng

Muara Teweh – Kabupaten Barito Utara merupakan penghasil guru penggerak…

May 20, 2024

Ini Kata Kadis Pendidikan pada Syukuran Puncak Hardiknas Tahun 2024

Muara Teweh – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara (Kadikdis…

May 20, 2024

Disnakertranskop UKM Barito Utara Rakor Ketenagakerjaan Pemagangan Dalam Negeri

Muara Teweh – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM…

May 19, 2024

Distribusi Air Dihentikan Sementara, PDAM Lakukan Penyambungan Pompa Pendorong

Muara Teweh –Pada Senin tanggal 20 Mei 2024, PDAM Muara…